Flashing BIOS
Flashing bios dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem atau memperbaiki bios yang rusak, anda dapat memperbaiki dengan cara dingin maupun panas.
Sebenarnya apa flashing bios itu ? flashing BIOS sebenarnya adalah proses upgrade BIOS. coba perhatikan Motherboard, Anda akan melihat sebuah chip kecil yang biasanya berbentuk kotak dan bertuliskan BIOSL itu adalah ROM BIOS (bedakan dengan baterai BIOS yang berbentuk bundar) didalam ROM BIOS ini terdapat software yang mengatur tugas BIOS, sekedar pengingat BIOS berfungsi mengatur kerja awal sistem seperti mengatur tampilan layer fungsi keyboard, dan lain sebagainya, data dalam bios ini dapat anda ganti proses pengantian inilah yang dinamakan flashing BIOS.
Jika anda tertarik melakukan upgrade BIOS, inilah yang harus anda lakukan. Pertama-Tama, catat versi BIOS (Bisa dilihat saat proses post)atau bisa juga type motherboard Anda, lalu download BIOS baru yang sesuai, dari situs motherboard anda di file hasil download itu biasanya ada file Readme yang berisi procedure pergantian BIOS INI, masing-masing vendor BIOS melakukannya dengan cara yang berbeda, jadi pastikan anda mengikuti procedure nya dengan tepat
Flashing dengan Cara "PANAS"
Beginilah Caranya melakukan hot flashing
1. Langkah paling awal adalah dengan mencabut kabel ke hard disk karena kita tidak membutuhkannya, dan juga untuk melindungi data di dalamnya.
2. Pada saat komputer mati, cabut BIOS yang rusak maupun yang masih berfungsi normal dari masing-masing Lakukan dengan hati-hati agar tidak ada pin yang rusak. Perhatikan-pula posisi dari chip karena jika Anda salah memasangnya, chip ini tidak akan berfungsi.
3. Pasang chip yang bagus ke dalam motherboard yang rusak. anda tidak perlu memasangnya kera-keras karena nanti kita akan mencabutnya lagi, yang lebih penting Anda lakukan adalah memastikan posisi chip ini benar agar system dapat menyala.
4. Nyalakan sistem jika semua berjalan benar sistem akan menyala dan monitor akan menampilkan MS-DOS Promt
5. Cabut BIOS tersebut. lalu pasang BIOS yang rusak selebihnya anda tinggal melakukan proses Flashing seperti biasa dan BIOS yang rusak akan kembali dapat melakukan tugasnya, perlu kami tekankan disini bahwa methode flashing BIOS adalah tindakan beresiko, meskipun flashing bios paling-paling hanya memerlukan beberapa detik, tetap saja beresiko timbul masalah. contohnya file BIOS yang anda masukan ternyata salah atau terjadi mati lampu saat melakukan flashing. jika itu terjadi besar kemungkinan Motherboard anda tidak dapat dipakai lagi.
sekedar saran lakukan hot flashing jika memang bios anda bermasalah
Jika BIOS anda telah berjalan sempurna sebaiknya flashing bios dilakukan sebagai alternatif terakhir yang ada lakukan.
sumber :dikutip dari majalah infokomputer


gan gemana caranya ne kalo ada kesalahai instal bios dan laptop menjadi blank total?
BalasHapus